Sabtu, 28 Desember 2013

You Can Do Anything Anybody Else Can Do!


Judul film: Gifted Hands, Benjamin Solomon Carson
Sutradara: Thomas Carter
Tahun Rilis: Februari, 2009
Durasi: 86 menit
Kisah nyata memiliki nilai lebih untuk dinikmati, karena walau banyak hal menarik namun tidak semua kisah kehidupan patut untuk difilm-kan hingga dilihat oleh banyak orang. Gifted Hands salah satunya, film yang digarap pada tahun 2009 ini mengangkat kisah kehidupan Benjamin Solomon Carson 1961-1987 yang merupakan seorang ahli bedah saraf terkenal di dunia. Kisah kehidupan yang dianggap cukup inspiratif untuk dijadikan cerminan oleh setiap orang, karena kesuksesan Ben Carson dalam dunia kedokteran tidak akan muncul begitu saja tanpa ada proses yang nyata dalam pencapaian impiannya. Ada berbagai rasa sakit, bahagia, perjuangan, pengorbanan dan haru dalam perjalanan yang dialami olehnya.

Film yang disutradarai oleh Thomas Carter, dibintangi Cuba Gooding Jr dan Kimberly Elise  memulai ceritanya pada tahun 1987, di mana Dr Ben Carson (Kuba Gooding, Jr) melakukan perjalanan ke Jerman untuk mengunjungi pasangan bernama Peter dan Augusta Rausch, yang memiliki bayi kembar siam dibagian kepala. Ben mengetahui dengan jelas bahwa kemungkinan menyelamatkan mereka berdua akan sangat beresiko, karena dalam situasi seperti ini salah satu bayi selalu meninggal. Namun, Ben tetap menyetujui untuk melakukan operasi, dan dia menunggu selama empat bulan sehingga ia bisa datang dengan rencana untuk menyelamatkan keduanya.
Dengan setingan 60-80an, film ini menggunakan alur campuran dan digambarkan seperti kepingan memori yang menyatukan kisah masa kini dan masa lalu hingga menciptakan cerita yang cukup menarik dan tidak membosankan. Seperti ketika Ben yang tengah membaca beberapa bukunya dan dengan menggunakan alur mundur menuju kisah masa lalu ke tahun 1961, saat Ben Carson (Jaishon Fisher) berumur 11 tahun.
Lupakan tentang seorang anak pintar yang kaya dan memiliki cukup fasilitas hingga memudahkannya meraih kesuksesan, Ben kecil hanya berasal dari keluarga broken home yang tinggal bersama ibu dan kakak laki-lakinya. Bahkan ia terkenal diantara teman-temannya sebagai anak yang bodoh dan tidak menarik. Ia juga tumbuh dengan temperamental yang tinggi, dalam arti seorang yang mudah marah atau emosi.
Beruntung, Ben Carson memiliki ibu (Kimberly Elise) yang percaya pada kemampuannya, seorang ibu yang selalu berkata “You can do anything anybody else can do, Bennie only you can do it better” (Kamu bisa melakukan apapun yang orang lain bisa, Bennie hanya kamu yang dapat melakukannya dengan lebih baik). Sang ibu menyuruh kedua anaknya untuk membaca dua buku dalam seminggu dan membuat laporan yang kemudian diberikan padanya untuk diperiksa. Jika kita menilik sedikit pada kehidupan ibu dari Ben Carson, ia bahkan bukan seorang yang terpelajar, ia hanya seorang buta aksara (buta huruf) yang memiliki tekat dan kepercayaan yang kuat akan kehidupan anak-anaknya.
Seiring berjalannya waktu Ben tumbuh dengan kecintaannya terhadap dunia buku. Namun Ia masih dengan amarah yang sulit dikendalikannya, hingga karena amarahnya ia hampir melukai ibu dan membunuh temannya. Ia benar-benar ketakutan saat itu, Ia  berlari dan mengadu akan setiap kesulitan yang ia rasakan pada Tuhannya, pada kepercayaannya.
Film yang cukup diminati karena mengandung banyak hikmah, motivasi dan pelajaran berharga ini memiliki akhir yang seakan mengungkapkan bahwa kerja keras tidak akan berakhir sia-sia. Pada kisah dimana alur kembali menuju tahun 1987 ketika Ben dengan rencananya untuk melakukan operasi kasus bayi kembar siam pada bagian kepala yang diceritakan sebelumnya, operasi ini melibatkan 30 orang dan Ben yang  memimpin operasi tersebut. Untuk hasil yang diperolehnya, Ben dikenal dengan gelar “The Gifted Hands”.


Penulis: Muallifah
Nim: 1010102010120

0 komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *