Judul film:
Gifted Hands, Benjamin Solomon Carson
Sutradara:
Thomas Carter
Tahun Rilis: Februari,
2009
Durasi:
86 menit
Kisah nyata memiliki nilai lebih untuk dinikmati, karena
walau banyak hal menarik namun tidak semua kisah kehidupan patut untuk difilm-kan
hingga dilihat oleh banyak orang. Gifted Hands salah satunya, film yang digarap
pada tahun 2009 ini mengangkat kisah kehidupan Benjamin Solomon Carson
1961-1987 yang merupakan seorang ahli bedah saraf terkenal di dunia. Kisah
kehidupan yang dianggap cukup inspiratif untuk dijadikan cerminan oleh setiap
orang, karena kesuksesan Ben Carson dalam dunia kedokteran tidak akan muncul
begitu saja tanpa ada proses yang nyata dalam pencapaian impiannya. Ada berbagai
rasa sakit, bahagia, perjuangan, pengorbanan dan haru dalam perjalanan yang
dialami olehnya.
Film yang disutradarai oleh Thomas Carter, dibintangi
Cuba Gooding Jr dan Kimberly Elise memulai ceritanya pada tahun 1987, di mana Dr
Ben Carson (Kuba Gooding, Jr) melakukan perjalanan ke Jerman untuk mengunjungi
pasangan bernama Peter dan Augusta Rausch, yang memiliki bayi kembar siam
dibagian kepala. Ben mengetahui dengan jelas bahwa kemungkinan menyelamatkan
mereka berdua akan sangat beresiko, karena dalam situasi seperti ini salah satu
bayi selalu meninggal. Namun, Ben tetap menyetujui untuk melakukan operasi, dan
dia menunggu selama empat bulan sehingga ia bisa datang dengan rencana untuk
menyelamatkan keduanya.
Dengan setingan 60-80an, film ini menggunakan alur
campuran dan digambarkan seperti kepingan memori yang menyatukan kisah masa
kini dan masa lalu hingga menciptakan cerita yang cukup menarik dan tidak
membosankan. Seperti ketika Ben yang tengah membaca beberapa bukunya dan dengan
menggunakan alur mundur menuju kisah masa lalu ke tahun 1961, saat Ben Carson
(Jaishon Fisher) berumur 11 tahun.
Lupakan tentang seorang anak pintar yang kaya dan
memiliki cukup fasilitas hingga memudahkannya meraih kesuksesan, Ben kecil
hanya berasal dari keluarga broken home yang tinggal bersama ibu dan kakak
laki-lakinya. Bahkan ia terkenal diantara teman-temannya sebagai anak yang
bodoh dan tidak menarik. Ia juga tumbuh dengan temperamental yang tinggi, dalam
arti seorang yang mudah marah atau emosi.
Beruntung, Ben Carson memiliki ibu (Kimberly Elise) yang percaya pada kemampuannya, seorang ibu yang selalu
berkata “You can do anything anybody else can do, Bennie only you can do it better” (Kamu bisa melakukan apapun yang orang lain bisa, Bennie hanya kamu yang dapat melakukannya dengan lebih
baik). Sang ibu menyuruh kedua anaknya untuk membaca dua buku dalam
seminggu dan membuat laporan yang kemudian diberikan padanya untuk diperiksa. Jika
kita menilik sedikit pada kehidupan ibu dari Ben Carson, ia bahkan bukan
seorang yang terpelajar, ia hanya seorang buta
aksara (buta huruf) yang memiliki tekat dan kepercayaan yang kuat akan kehidupan
anak-anaknya.
Seiring berjalannya waktu Ben tumbuh dengan kecintaannya
terhadap dunia buku. Namun Ia masih dengan amarah yang sulit dikendalikannya,
hingga karena amarahnya ia hampir melukai ibu dan membunuh temannya. Ia benar-benar
ketakutan saat itu, Ia berlari dan
mengadu akan setiap kesulitan yang ia rasakan pada Tuhannya, pada
kepercayaannya.
Film yang cukup diminati karena mengandung banyak hikmah,
motivasi dan pelajaran berharga ini memiliki akhir yang seakan mengungkapkan
bahwa kerja keras tidak akan berakhir sia-sia. Pada kisah dimana alur kembali
menuju tahun 1987 ketika Ben dengan rencananya untuk melakukan operasi kasus bayi
kembar siam pada bagian kepala yang diceritakan sebelumnya, operasi ini
melibatkan 30 orang dan Ben yang
memimpin operasi tersebut. Untuk hasil yang diperolehnya, Ben dikenal
dengan gelar “The Gifted Hands”.
Penulis: Muallifah
Nim: 1010102010120
|


0 komentar:
Posting Komentar