Kamis, 02 Januari 2014

Kritik Puisi 'Waktu yang Kusesali'



Judul: Waktu yang Kusesali
Karya: Robiatul Adawiyah
Begitu cepat waktu berlalu
Tak terasa perjumpaan ku sudah berlalu
Sangat cepat ,Sangat menyesal ,Sangat kecewa
Teringat dalam Memori yang lalu
Menangis mengingat masa-masa yang lalu
Melukiskan canda tawa & kebahagiaan bersamamu
Sepanjang waktu berlalu
Kenapa kami baru menaruh perhatian pada Guru
Saat Guru tetah tiada
Karena di panggil oleh Sang Maha Kuasa
Begitu kejamnya kami melupakan jasa mu

Maafkan kami guru
Yang telah menggoreskan tinta hitam,di dalam hidupmu
Andaikan waktu dapat terulang 
Kami berjanji akan memberikan yang terbaik bagimu
Tangisan kami hanya untukmu
Saat kami tak mengerti,
Guru yang akan menjelaskannya
Saat kami membuat kesalahan,
Guru yang menasihatinya
Saat kami mengingatmu,
Kau telah tiada
Jasamu kan abadi bersemayam di hati kami
Begitu besar perhatianmu pada kami
Yang selama ini menyusahkanmu
Hanya kata TERIMA KASIH & MAAF untuk Mu

Kritik pada puisi:
Ada beberapa tahap dalam pengkritikan puisi yaitu : 
      Tahap deskripsi
Pada tahap ini sebuah karya sastra (puisi) di kritik dengan melihat unsur intrinsik karya sastra. Tema yang terdapat dalam puisi ini adalah tentang pendidikan. Yaitu terjadi pada pagi hari bertempat di pemakaman seorang guru. Dalam puisi ini menggambarkan dua tokoh penting, yaitu seorang guru berperan sebagai tokoh utama dan seorang murid yang menyesali tindakan yang pernah dilakukan oleh murid tersebut. Rima yang digunakan dalam puisi ini adalah rima terbuka yaitu persamaan bunyi yang terdapat pada suku akhir terbuka atau dengan vocal yang sama. Puisi ini mempunyai kata-kata berdenotasi (makna yang sebenarnya). Majas yang digunakan dalam puisi ini adalah majas metafora, yakni pengungkapan yang mengandung makna secara tersirat untuk mengungkapkan acuan makna yang lain selain makna sebenarnya. Makna yang dimaksud adalah kesedihan.
Tahap penafsiran
Tahap pada penafsiran ini adalah menafsirkan makna dari puisi tersebut. Dalam puisi yang berjudul “Waktu yang kusesali” di sini menceritakan tentang penyesalan seorang murid karena mengingat kejadian masa lalu betapa menyesalnya dia sebagai murid tidak pernah menghargai jasa gurunya yang telah berbuat baik kepada dirinya, mengingat betapa sedihnya pada saat dia berbuat kesalahan sang guru dengan berbaik hati menasihat dia. Dan selalu memaafkan segala kenakalan-kenakalan yang pernah diperbuat. Pada saat gurunya telah tiada, dia baru sadar bahwa dia benar-benar menyesal akan kelakuannya kepada guru.
Tahap Evaluasi
pada tahap ini pengkritik menentukan kelebihan dan kekurangan dari puisi ini :
  • Kebihan
Puisi ini tidak sekedar sebuah imajinasi penyair tetapi lebih mengangkat sebuah realita yang dialaminya sendiri. Kata-katanya mudah dimengerti sehingga siapa pun yang membaca puisi ini akan mudah memahami maksud penulis tentang penyesalannya terhadap gurunya. Jenis puisi ini adalah elegi, puisi ini mengungkapkan rasa sedih dan kedukaan seseorang.
  • Kekurangan
banyak terjadi kesalahan EYD pada penulisan. Seperti pada saat penulisan ‘Guru’ dan ‘Memori’ memakai huruf kapital dan penggunaan kat ‘MU’ yang sahrusnya ditujukan untuk Tuhan tetapi ditujukan untuk guru.


Penulis: Haviz
Nim: 1010102020026





0 komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *