Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam ketika kami untuk
pertama kalinya tiba di Banda Aceh. Perjalanan 12 jam dengan mobil kami tempuh
dari kota Medan terasa cukup melelahkan. aku terkejut melihat suasana yang
masih ramai di kota Banda Aceh ini walaupun waktu telah beranjak larut. Pusat
kota masih dipenuhi oleh kalangan pemuda dan bapak-bapak, terlebih lagi yang
sedang bersenda gurau di warung-warung kopi yang menjamur di sepenjuru kota.
Daerah Aceh tidak bisa dipisahkan dari kopi. Siapa saja
yang datang ke Aceh rasanya belum afdal apabila belum menikmati sedikitnya
segelas kopi layaknya masyarakat setempat. Jadi kami merasa perlu membuktikan
kelezatan kopi Aceh yang telah tersebar kabar kenikmatannya seantero nusantara.

