Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Januari 2014

Aceh dan Kopi


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam ketika kami untuk pertama kalinya tiba di Banda Aceh. Perjalanan 12 jam dengan mobil kami tempuh dari kota Medan terasa cukup melelahkan. aku terkejut melihat suasana yang masih ramai di kota Banda Aceh ini walaupun waktu telah beranjak larut. Pusat kota masih dipenuhi oleh kalangan pemuda dan bapak-bapak, terlebih lagi yang sedang bersenda gurau di warung-warung kopi yang menjamur di sepenjuru kota.
Daerah Aceh tidak bisa dipisahkan dari kopi. Siapa saja yang datang ke Aceh rasanya belum afdal apabila belum menikmati sedikitnya segelas kopi layaknya masyarakat setempat. Jadi kami merasa perlu membuktikan kelezatan kopi Aceh yang telah tersebar kabar kenikmatannya seantero nusantara.

Jumat, 27 Desember 2013

Mini Waterfall Lampuuk : Eksotisme Keindahan Alam Hutan Alami


Edisi tulisan kali ini adalah hasil reportase dari keindahan alam air terjuan Lampuuk desa Langee, Aceh Besar. Perjalanan kali ini terdari dari 7 orang yang star awal dari base camp Lamgugoep, Banda Aceh dengan harapan sampai di lokasi air terjun Lampuuk jam 9. Perjalanan ini dimulai dari Jam setengah 6 pagi, selesai shalat subuh, diamana ayam menjadi ringtone pengiring terbitnya matahari pagi.

Segala persiapan mulai kami kemas, muali dari kamera untuk mengabadikan keindahan alam air terjun yang selama ini kami dengar rumornya begitu indah dari mulut ke mulut, dengan harapan besar kami berangkat membawa perbekalan logistic sehingga bisa menjaga tenaga agar cukup fit untuk sampai tujuan. Jam 7. 15 kami sudah disambut oleh suara suara hembusan ombak serata suara burung berkicau yang mencari hangatnya matahari pagi di pantai Lampuuk.

Perjalanan kembali berlanjutkan diawali dengan pamplet “anda memasuki desa Langee” menuju sebuah pegunungan yang hanya diewati oleh satu motor saja. Suara air sudah mulai terdengar mengalir, mengikuti dataran rendah, saat itu juga kami mulai mencari dimana sumber air terjun yang hanya bisa diakses menggunakan jalan kaki. 2 jam perjalan melewat semak belukar yang masih alami serta tanjakan terjal tidak menyurutkan semangat karna suara kumbang yang bernyanyi menemani kami di tengah rimbunnya pegunungan hutan langee.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *