Rabu, 25 Desember 2013

Biografi Singkat : Warna Warni Dian Pelangi



Hijabers dan fashion di Indonesia tidak bisa lepas dari nama seorang Dian Pelangi. Gadis yang pada usia belia ini berhasil menarik jutaan pasang mata fashion dunia karena keunikan dan gaya desain pakainnya yang colorful, membuat para perempuan muslim bahkan non muslim, berdecak kagum. Begitu kreatifnya Dian Pelangi sehingga bisa membuat gaya berbusana wanita muslim menjadi lebih modis dan lepas dari kesan kuno. Sejak Dian Pelangi mengembangkan sayapnya di dunia mode, banyak wanita-wanita terutama di Indonesia, tertarik untuk beralih mengenakan hijab.
Dian Wahyu Utami, atau yang saat ini lebih akrab disebut Dian Pelangi, lahir di Palembang, 14 Januari 1991. Gadis yang sejak kelas 5 SD sudah mengenakan jilbab ini, merupakan anak dari keluarga yang memiliki usaha tekstil. Pada suatu ketika, ia dan keluarga hijrah ke Pekalongan,
karena sang ayah hendak membuka pabrik tekstil di sana. Sedari kecil, orangtua Dian sudah melihat bakat anaknya dalam mendesain pakaian. Bakat tersebut terus terasah saat kemudian Dian bersekolah di SMKN 1 Pekalongan jurusan Tata Busana. Awalnya Dian tidak percaya diri dengan kemampuannya, tetapi dukungan orangtua dan kecintaannya terhadap mode terus mendorongnya untuk maju. Bahkan kemudian, pada saat usianya masih 16 tahun, ibunya menyerahkan butik batiknya kepada Dian untuk dikelola.
Setelah lulus dari SMKN 1, dia melanjutkan studinya ke Ecole Superieure des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD), Jakarta dan lulus dengan nilai yang baik pada tahun 2009. Lalu ia melanjutkan untuk belajar bahasa Arab pada tahun 2010 di Lessanul Arab, Kairo, Mesir. Sebelum dia terkenal seperti sekarang, dia merasa resah dengan anggapan masyarakat pada jilbab yang terkesan tua dan kuno, tidak sesuai dengan gaya anak muda. Ia bercita-cita untuk bisa mengubah pandangan tersebut. Dengan modal mimpinya yang kuat tersebut, ia mencoba peruntungannya dengan mengikuti Jakarta Fashion Week pada tahun 2009.
 “Dampak JFW bagus sekali. Waktu itu saya bikin celana harem, coat, kardigan, dan lainnya. Dan dianggap trendi. Tapi saya juga ingin menunjukkan jati diri Indonesia lewat motif tie dye atau jumputan, salah satunya. Yang biasa saya pakai motif jumputan dari Palembang, meski dari Kalimantan juga ada. Saya pakai pengrajin sendiri untuk membuatnya,” kenang Dian. Setelah itu, Dian menghabiskan banyak waktu untuk berkeliling dunia dan memamerkan rancangannya. Dalam event International Fair of The Muslim World yang digelar di Le Bouget Paris, Perancis karyanya laris terjual.  Tak hanya itu, Dian juga pernah masuk ke 25 besar dalam ajang Swarovski Crystallized Contest dan masuk 10 besar Lomba Rancang Busan Muslim Fashion Show di acara Moslem Fashion and Gala Dinner di Melbourne, Australia.
Sebelum terbang ke luar negeri, Dian selalu mencari tahu terlebih dahulu tentang hal-hal yang sedang trend dan menjadi kesukaan di negara yang akan dia kunjungi.  Hal itu terbukti sangat menguntungkan sebab ternyata di Dubai, rancangan Dian terjual habis. Pada saat itu, dia membawa banyak kain batik berwarna hitam yang kemudian dia rancang sedemikian rupa dengan tambahan bling-bling dari Kristal Swarovski, yang sesuai dengan selera masyarakat Dubai.
Saat ini, karya-karya Dian Pelangi sudah banyak dipamerkan di kota-kota besar di dunia seperti di Kuala Lumpur, Singapura, Kairo, Pakistan, Amman, Praha, Budapest, London, Melbourne, Thailand dan beberapa kota besar di Indonesia. Kesuksesannya di tanah air juga membuat Gallery Dian Pelangi miliknya membuka beberapa cabang di Indonesia, harga rancangannya dibandrol mulai dari 800 ribu rupiah hingga lima juta rupiah. Dalam rancangannya, dia juga memiliki beberapa tipe seperti Dian Pelangi Kids dan Dian Pelangi Bridal.
Dian sangat suka bermain di warna warni yang cerah seperti Pelangi sehingga nama Dian Pelangi sangat cocok untuk brandnya. Ia tidak pernah berhenti mengeksplorasi bakatnya dengan melihat perkembangan fashion, ia ingin orang mengenal pakaian rancangannya bahkan tanpa melihat label yang terpasang. Bagi Dian, busana muslim itu bukan di desain tapi di style, begitu tuturnya. Dian benar-benar menunjukkan pada dunia bahwa busana muslim juga bisa menjadi icon fashion dunia.


Penulis : Maya Hervia Putri
Nim : 1010102010060



0 komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *