Sabtu, 28 Desember 2013

Menjejaki Tekad di Tiga Tanah Asia



Judul Buku      : (Not) Alone In Otherland
Penulis             : Lia Indra Andriana, Fei, Dan Andry Setiawan
Penerbit           : Penerbit Haru
Tempat Terbit  : Jakarta
Tahun  Terbit   : 2012
Tebal               : 276 Hlm
Jika ada yang memiliki mesin waktu dan bertanya apakah saya ingin kembali ke masa lalu, saya akan meminta kembali ke masa 100 hari di Korea ini. Bukan untuk mengubahnya, melainkan untuk menikmatinya lagi. (Lia)
Dan ternyata, memang sebuah sapaan sesimpel ‘halo’ dalam berbagai bahasa merupakan jurus yang sangat ampuh untuk membuka pembicaraan, dan juga jalan pertemanan dengan orang-orang dari berbagai negara. (Fei)

Saya mulai merasa kehilangan diri saya sendiri. Saya sempat bertanya-tanya apa pilihan saya ini benar? (Andry)
Sendirian menjelajah negeri orang yang bahkan mereka tidak fasih bahasanya. Itulah yang dialami Lia, Fei, dan Andry pada awalnya.
***
Buku ini merupakan cerita nonfiksi yang menceritakan mengenai pengalaman penulis belajar bahasa. Buku ini terdiri dari 3 kisah berbeda.
Yang pertama yaitu kisah Lia yang belajar bahasa korea di negara yang terkenal dengan k-drama dan boy/gilrbandnya, yaitu korea selatan. Itu adalah kedua kalinya ia berkunjung kesana, pertama kali ia hanya liburan tapi sekarang ia kembali untuk belajar selama 100 hari. Banyak hal menarik yang ia alami di sana. Seperti hubungan antara guru dan murid yang sangat dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama.
Ada dua alasan untuk belajar bahasa korea selain exchange student yaitu, ingin masuk universitas korea dan jatuh cinta pada k-pop tentunya.
Seperti kata Lia dalam bukunya banyak pengalaman yang ia dapatkan disana, bukan hanya belajar  bahasa melainkan tentang cara berteman dan berinteraksi dengan orang lain.
Yang kedua kisah Fei yang belajar di negara tirai bambu, China. Fei berada di sana selama  2 tahun. Fei termasuk yang beruntung karena pada proses awal ia di sana, ia dibantu oleh sepupunya. Karena banyak petugas pelayanan yang tidak bisa berbahasa inggris dan hal ini sangat menyulitkan mereka yang masih mengalami keterbatasan bahasa.
Ada hal yang menarik perhatIan Fei selama belajar yaitu ketika ia dIajak berkeliling dengan temannya ke Wuchuan Campus. Tujuan pertamanya yaitu perpustakaan, ketika masuk, ia terbengong-bengong dan takjub bukan hanya karena gedung perpustakaan yang delapan lantai tapi di sana sangat ramai, padahal ia berkunjung pada hari minggu dan itu adalah hari libur. Itu merupakan salah salah satu kejadian menarik, banyak hal lainnya yang ia ceritakan dibuku ini.
Menurut Fei bahasa memang sarana utama dalam berkomunikasi. Tanpanya, mungkin banyak kesalahpahaman bisa terjadi. Sebenarnya ketika berkomunikasi, orang tidak hanya berbicara dan mendengarkan kata-kata, tapi juga mengamati ekspresi dan inntonasi suara.
Yang terakhir kisah dari Andry. Andry tak pernah membayangkan, ia bisa menginjakkan kakinya di negara yang terkenal dengan julukan negeri matahari terbit yaitu jepang. Awalnya ia hanya merasa iri dengan teman-temannya yang melanjutkan kulIahnya diluar negeri. Dari sinilah ia merasa tertantang, ia berusaha mencari beasiswa dan dan ternyata ia lulus.
Andri berada di sana selama 8 tahun, karena Ia tidak hanya berkulIah saja tapi juga melanjutkan kerja.
Di sana Andry tidak hanya harus belajar bahasa jepang saja tapi juga bahasa indonesia dan inggris karena ia biasa berkomunikasi dengan bahasa jawa.
Perbedaan budaya, tata cara dan peraturan tak tertulis sempat membuat Andry seperti alien dinegara itu. Tapi itu tidak lama, karena setelah itu ia sudah mulai terbIasa. Di sana ia juga memutuskan untuk kerja sambilan selama kulIah, hal ini dilakukannya untuk mempraktikkan bahasa jepangnya serta bisa berinteraksi dengan orang banyak.
Saat ia bukan berstatus pelajar tapi pekerja di sebuah perusahaan informatika di sana. ia sempat melakukan sebuah perjalanan yang sangat mengesankan. Saat itu ia menantang dirinya untuk keluar dari zona nyamannya dan mulai bergaul dengan orang lain, dengan cara berkenalan dengan sattu orang setiap harinya.
Bagi temen-temen yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan Korea, China dan Jepang, buku ini sangat bagus untuk menjadi referensi. Banyak informasi yang diberikan di buku ini yaitu, mengenai sekolah-sekolah yang menyediakan kursus bahasa dan beasiswa, budaya, cara mendaftar sekolah serta banyak hal lainnya. Buku ini juga memberikan informasi mengenai negara-negara tersebut yang disebut random things about korea, china and japan.
Belajar bahasa adalah langkah kecil untuk mulai mengerti budaya bangsa lain dan memicu persahabatan dan perdamaIan dengan bangsa tersebut. Karena itu, belajar bahasa tidak akan cukup hanya dengan belajar dan menghafal kata-katanya saja tapi juga membutuhkan kesabaran dan pengertian akan budaya itu sendiri. Buku ini sangat bagus dan menarik, bahasa yang digunakan mudah dimengerti, alur ceritanya pun tidak kaku seperti buku-buku nonfiksi lainnya.

Penulis: Lia Riska Amanda
Nim: 1010102010089




0 komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *