Judul
Buku : (Not) Alone In Otherland
Penulis : Lia Indra Andriana, Fei, Dan
Andry Setiawan
Penerbit : Penerbit Haru
Tempat
Terbit : Jakarta
Tahun Terbit :
2012
Tebal : 276 Hlm
Jika
ada yang memiliki mesin waktu dan bertanya apakah saya ingin kembali ke masa
lalu, saya akan meminta kembali ke masa 100 hari di Korea ini. Bukan untuk
mengubahnya, melainkan untuk menikmatinya lagi. (Lia)
Dan
ternyata, memang sebuah sapaan sesimpel ‘halo’ dalam berbagai bahasa merupakan
jurus yang sangat ampuh untuk membuka pembicaraan, dan juga jalan pertemanan
dengan orang-orang dari berbagai negara. (Fei)
Saya
mulai merasa kehilangan diri saya sendiri. Saya sempat bertanya-tanya apa
pilihan saya ini benar? (Andry)
Sendirian
menjelajah negeri orang yang bahkan mereka tidak fasih bahasanya. Itulah yang dialami
Lia, Fei, dan Andry pada awalnya.
***
Buku
ini merupakan cerita nonfiksi yang menceritakan mengenai pengalaman penulis
belajar bahasa. Buku ini terdiri dari 3 kisah berbeda.
Yang
pertama yaitu kisah Lia yang belajar bahasa korea di negara yang terkenal
dengan k-drama dan boy/gilrbandnya, yaitu korea selatan. Itu adalah kedua
kalinya ia berkunjung kesana, pertama kali ia hanya liburan tapi sekarang ia
kembali untuk belajar selama 100 hari. Banyak hal menarik yang ia alami di sana.
Seperti hubungan antara guru dan murid yang sangat dekat, mereka sering
menghabiskan waktu bersama.
Ada
dua alasan untuk belajar bahasa korea selain exchange student yaitu, ingin masuk universitas korea dan jatuh
cinta pada k-pop tentunya.
Seperti
kata Lia dalam bukunya banyak pengalaman yang ia dapatkan disana, bukan hanya
belajar bahasa melainkan tentang cara
berteman dan berinteraksi dengan orang lain.
Yang
kedua kisah Fei yang belajar di negara tirai bambu, China. Fei berada di sana
selama 2 tahun. Fei termasuk yang
beruntung karena pada proses awal ia di sana, ia dibantu oleh sepupunya. Karena
banyak petugas pelayanan yang tidak bisa berbahasa inggris dan hal ini sangat
menyulitkan mereka yang masih mengalami keterbatasan bahasa.
Ada
hal yang menarik perhatIan Fei selama belajar yaitu ketika ia dIajak berkeliling
dengan temannya ke Wuchuan Campus. Tujuan pertamanya yaitu perpustakaan, ketika
masuk, ia terbengong-bengong dan takjub bukan hanya karena gedung perpustakaan
yang delapan lantai tapi di sana sangat ramai, padahal ia berkunjung pada hari
minggu dan itu adalah hari libur. Itu merupakan salah salah satu kejadian
menarik, banyak hal lainnya yang ia ceritakan dibuku ini.
Menurut
Fei bahasa memang sarana utama dalam berkomunikasi. Tanpanya, mungkin banyak
kesalahpahaman bisa terjadi. Sebenarnya ketika berkomunikasi, orang tidak hanya
berbicara dan mendengarkan kata-kata, tapi juga mengamati ekspresi dan
inntonasi suara.
Yang
terakhir kisah dari Andry. Andry tak pernah membayangkan, ia bisa menginjakkan
kakinya di negara yang terkenal dengan julukan negeri matahari terbit yaitu
jepang. Awalnya ia hanya merasa iri dengan teman-temannya yang melanjutkan kulIahnya
diluar negeri. Dari sinilah ia merasa tertantang, ia berusaha mencari beasiswa
dan dan ternyata ia lulus.
Andri
berada di sana selama 8 tahun, karena Ia tidak hanya berkulIah saja tapi juga
melanjutkan kerja.
Di
sana Andry tidak hanya harus belajar bahasa jepang saja tapi juga bahasa
indonesia dan inggris karena ia biasa berkomunikasi dengan bahasa jawa.
Perbedaan
budaya, tata cara dan peraturan tak tertulis sempat membuat Andry seperti alien
dinegara itu. Tapi itu tidak lama, karena setelah itu ia sudah mulai terbIasa.
Di sana ia juga memutuskan untuk kerja sambilan selama kulIah, hal ini
dilakukannya untuk mempraktikkan bahasa jepangnya serta bisa berinteraksi
dengan orang banyak.
Saat
ia bukan berstatus pelajar tapi pekerja di sebuah perusahaan informatika di
sana. ia sempat melakukan sebuah perjalanan yang sangat mengesankan. Saat itu ia
menantang dirinya untuk keluar dari zona nyamannya dan mulai bergaul dengan
orang lain, dengan cara berkenalan dengan sattu orang setiap harinya.
Bagi
temen-temen yang menyukai hal-hal yang berkaitan dengan Korea, China dan
Jepang, buku ini sangat bagus untuk menjadi referensi. Banyak informasi yang
diberikan di buku ini yaitu, mengenai sekolah-sekolah yang menyediakan kursus
bahasa dan beasiswa, budaya, cara mendaftar sekolah serta banyak hal lainnya.
Buku ini juga memberikan informasi mengenai negara-negara tersebut yang disebut
random things about korea, china and
japan.
Belajar
bahasa adalah langkah kecil untuk mulai mengerti budaya bangsa lain dan memicu persahabatan
dan perdamaIan dengan bangsa tersebut. Karena itu, belajar bahasa tidak akan
cukup hanya dengan belajar dan menghafal kata-katanya saja tapi juga
membutuhkan kesabaran dan pengertian akan budaya itu sendiri. Buku ini sangat
bagus dan menarik, bahasa yang digunakan mudah dimengerti, alur ceritanya pun
tidak kaku seperti buku-buku nonfiksi lainnya.



0 komentar:
Posting Komentar